Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Udang Windu (Penaeus Monodon) Menggunakan Logika Fuzzy

Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Udang Windu (Penaeus Monodon) Menggunakan Logika Fuzzy
(Darmawan Setyabudi – 2007)

Link : http://iirc.ipb.ac.id/jspui/handle/123456789/14561

Hasil Ulasan :
Karya ilmiah berjudul “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Udang Windu (Penaeus Monodon) Menggunakan Logika Fuzzy” yang ditulis oleh Darmawan Setyabudi ini bertujuan untuk membantu petani mendiagnosa penyakit udang windu secara cepat dan tepat sehingga penyakit udang windu dapat didiagnosa sedini mungkin sebelum menimbulkan kerugian yang besar.

Sekilas mengenai udang windu, udang windu (Panaeus monodon) merupakan salah satu jenis udang yang sangat menarik dan menguntungkan untuk dipelihara. Namun udang jenis ini sering terserang penyakit ketika masa inkubasi, sedangkan masa inkubasi cukup pendek sehingga dapat sangat merugikan petani karena bisa mengakibatkan kematian massal.

Untuk mendiagnosa penyakit yang menyerang udang windu, ada 2 metode yang bisa digunakan. Pertama yaitu mendiagnosa dengan diagnosa mikroskopis, yaitu dengan melakukan penelitian di laboratorium dan membutuhkan waktu lama, atau dengan metode PCR (polimer chain reaction) yang cukup cepat tetapi memerlukan biaya yang mahal. Metode lain yaitu mendiagnosa gejala klinis dan metode ini memerlukan keahlian dari seorang pakar.

Sedangkan metode yang dipilih oleh penulis dalam melakukan penelitian ini yaitu dengan mengadopsi kemampuan seorang pakar dalam mendiagnosa penyakit udang windu melalui gejala klinis yang muncul.

Dalam proses mendiagnosa, input yang dibutuhkan oleh sistem ini adalah bobot, umur, keadaan lingkungan air tambak, dan perilaku udang. Data lainnya adalah pemeriksaan general per bagian tubuh udang yang dilanjutkan dengan pemeriksaan detail kelainan pada bagian tubuh udang tertentu. Untuk pendeteksian jenis penyakit dilakukan dengan teknik pelacakan ke belakang (backward chainning). Logika fuzzy digunakan untuk mendeteksi tingkat keparahan penyakit udang windu karena dinilai sangat tepat untuk mengadopsi kemampuan pakar dalam hal ini ke dalam sistem pakar yang dibangun. Logika fuzzy yang digunakan adalah metode Mamdani dengan metode defuzifikasi Centroid. Output yang dihasilkan yaitu berupa hasil diagnosa penyakit udang windu dan dilengkapi dengan penjelasan identias udang, status kelayakan lingkungan, jenis penyakit, informasi penyakit, tingkat keparahan penyakit, dan langkah apa yang harus dilakukan untuk menangani udang yang terserang penyakit dengan tingkat keparahan tertentu.

Dengan adanya sistem ini, proses diagnosa penyakit yang menyerang udang windu dapat dilakukan dengan cepat dan dapat merepresentasikan kemampuan seorang pakar sehingga hasil output yang diharapkan dapat akurat dan yang paling penting adalah mampu meningkatkan keuntungan bagi para petani.

Advertisements
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: